Sabtu, 14 Mei 2016

Tahun 1935, Batik Kudus mulai ada dan berkembang pesat pada era 1970an.

Batik Kudus coraknya lebih condong ke batik pesisiran ada kemiripan dengan batik Pekalongan maupun Lasem karena secara geografis Kudus berdekatan.

Motif yang dibuat mempunyai arti ataupun kegunaan misalnya untuk acara akad nikah ada corak Kudusan seperti busana kelir, burung merak dan adapula motif yang bernafaskan budaya Islam atau motif Islamic Kaligrafi. Motif yang bernafaskan kaligrafi karena dipengaruhi sejarah walisongo yang berada di Kudus yaitu Sunan Kudus.

Salah satu motif yang juga sangat dikenal di Kudus adalah motif kapal kandas menurut sejarah yang dituturkan juru kunci Gunung Muria ada kaitan dengan sejarah kapal dampo awang milik Sampokong yang kandas di Gunung Muria,

Pada era 80an Batik Kudus mengalami kemunduran karena sudah tidak ada pengrajin yang berproduksi lagi karena adanya perkembangan batik printing maka pengrajin batik Kudus banyak yang gulung tikar dan akhirnya masyarakat Kudus lebih senang bekerja sebagai buruh pabrik rokok karena banyaknya industri rokok di Kudus.
0

 
batik minahasa

Batik minahasa adalah kain batik yang menggunakan motif tradisional atau ragam hias dari tanah adat Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia.

Salah satu sumber ragam hias batik Minahasa adalah waruga, yaitu kubur khas wilayah setempat. Kehadiran waruga sebagai satu budaya Minahasa sudah sangat lama.


0

 
batik minangkabau, batik tanah liat

Batik Tanah Liat adalah jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau. Batik ini menggunakan tanah liat sebagai pewarna. Kain mula-mula direndam selama seminggu dengan tanah liat, kemudian dicuci dan diberi pewarnaan alamiah lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Asal batik ini diduga dari negeri Cina yang diduga masuk ke Minangkabau pada abad ke 16 pada zaman Kerajaan Minangkabau berpusat di Pagaruyung, Batusangkar. Batik tanah liat sempat hilang tanpa jejak pada masa penjajahan Jepang, namun berkat usaha Wirda Hanim, teknik batik ini diperkenalkan kembali pada tahun 1994. Awalnya Wirda Hanim melihat motif batik ini digunakan oleh beberapa orang penduduk nagari Sumanik, Kecamatan X Koto, Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dia tertarik dengan batik yang langka tersebut dan berniat untuk membangkitkan kembali seni tradisional batik tanah liat yang hampir punah.

Motif batik tanah liat tradisional adalah kuda laut dan burung hong, namun sekarang selain motif Cina diperkenalkan juga motif tradisional Minangkabau seperti siriah dalam carano, kaluak paku, kuciang tidua, lokcan, batuang kayu, tari piring, kipas.
0

Jumat, 13 Mei 2016

 
batik kediri

Batik Brantas Mulya adalah Batik ciri khas dari daerah kota kediri, karena di ambil dari sebuah sungai yang membelah kota kediri yaitu antara kecamatan mojoroto dan kecamatan kota, dari kearifan lokal inilah kami membuat batik yang memang menjadi ciri khas kota kediri.

Bila anda sedang berada di Kabupaten Kediri dan berpikir tentang oleh-oleh khas Bumi Panji Kediri selain olahan makanan, cobalah mampir di Desa Sekoto, Kecamatan Badas.

Adalah Batik Suminar namanya. Batik tulis dengan khas motif Kediri ini biasanya memiliki motif yang menggambarkan beberapa beberapa lokasi wisata dan potensi yang ada di Kabupaten Kediri. Satu yang menjadi ciri khas adalah dalam setiap karyanya selalu terdapat motif bulatan-bulatan kecil.
  
Bu Suminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kediren, berupa Batik Bolleches dengan nama Garuda Muka. Menurut Bu Suminar, “Batik Bolleches” (bahasa Belanda) artinya kumpulan titik-titik / bola-bola kecil yang diaplikasikan dengan Bunga Tertentu / Motif Legenda Tertentu. Motif utama yang ditampilkan dalam Batik Suminar adalah gambar Burung Garuda. Dalam kajian sejarah, Burung Garuda sering disebut sebagai Garuda Muka, kendaraan Dewa Wisnu. Ada pula yang menyebut, Garuda Muka (Garuda Mukha) adalah Lambang Kerajaan Airlangga.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
Bu Suminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kediren, berupa Batik Bolleches dengan nama Garuda Muka. Menurut Bu Suminar, “Batik Bolleches” (bahasa Belanda) artinya kumpulan titik-titik / bola-bola kecil yang diaplikasikan dengan Bunga Tertentu / Motif Legenda Tertentu. Motif utama yang ditampilkan dalam Batik Suminar adalah gambar Burung Garuda. Dalam kajian sejarah, Burung Garuda sering disebut sebagai Garuda Muka, kendaraan Dewa Wisnu. Ada pula yang menyebut, Garuda Muka (Garuda Mukha) adalah Lambang Kerajaan Airlangga.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8

uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
uminar terlecut untuk ikut menciptakan motif Batik khas Kediri. Dengan segenap kemampuannya, Ibu yang sudah menekuni usaha Batik dan garmen sejak tahun 1980 ini mencaridan menciptakan motif-motif baru. Setelah menggali dari sisi sejarah Kediri, peninggalan arkeologis, serta perkembangan masyarakat, akhirnya lahir Busana Kedire

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/www.teguhhariawan/garuda-muka-motif-batik-bolleches-khas-kediri_552ac7bef17e61303fd623b8
0

batik brebes


Batik Brebes dikenal dengan motif Batik Brebesan adalah salah satu kekayaan asal Kabupaten Brebes, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar dan Bentarsari Kecamatan Salem.

Keberadaan Batik Brebesan muncul sekitar abad ke 19, tepatnya pada tahun 1917 masehi. Menurut sumber yang didapat, keberadaan batik Brebesan atau batik Salem berawal dari kedatangan putri pejabat Pekalongan yang datang ke Salem, Brebes. Pada saat itu, sang putri jatuh cinta kepada pemuda Salem yang akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar.

Batik Salem kini kaya akan motif diantaranya motif kopi pecah, mangga, merak, ukel kangkung, sinar rantai dan lain sebagainya.
0

Kamis, 12 Mei 2016

 
batik jepara


Batik Jepara adalah batik yang menggunakan motif sesuai seni yang terkenal dari Jepara hingga ke mancanegara yaitu Seni Ukir. Batik Jepara menggunakan gambar-gambar atau motif-motif Ukiran khas Jepara.

Motif Batik Jepara terinspirasi dari corak ukir Jepara seperti Motif Parang Poro, Motif Lung-Lungan, Motif Kembang Setaman, Motif Elung Bimo Kurdo, Motif Sido Arum, Motif Sekar Jagat Bumi Kartini.

Menurut perkembanganya Seni Batik Jepara digabung dengan Tenun Ikat Troso, dengan cara menenun benang hingga jadi kain troso lalu membatik kain tenun tersebut dengan motif-motif Ukiran khas Jepara.
0

Rabu, 11 Mei 2016

 
batik tulungagung

Tulungagung memiliki desa wisata batik, diantaranya Desa Sembung dan Desa Majan.

Tulungagung memiliki sejarah batik yang cukup panjang. Dulunya Tulungangung bernama Bonoworo atau Mrowo. Namun sejak berkembangnya kerajaan Majapahit yang memperluas wilayah kekuasannya, namanya diganti menjadi Tulungagung. Pada masa itu, para prajurit dan keluarga dari Kerajaan Majapahit banyak yang tinggal di Bonoworo dan mengenalkan batik sebagai kesenian. Dan sampai sekarang kesenian membatik masih berkembang.

Batik Tulungagung hingga kini telah memiliki lebih dari 80 motif yang menjadi ciri khasnya. Motif yang paling terkenal adalah motif batik Buket Ceprik Gringsing, Buket Ceprik Pacit Ungker, dan Lereng Buket. Ada lagi motif batik yang berupa binatang air serupa tanaman.
0

Selasa, 10 Mei 2016


 
batik banten

Berbagai kajian pemanfaatan ragam hias khas Banten telah ditransformasikan dan didesain ke dalam media kain katun dan sutra yang disebut batik Banten. Batik ini kaya akan muatan filosofi yang mengandung arti dalam setiap motif yang diambil dari toponim. Inilah tatanan aset yang menjadi ciri khas batik Banten tersebut.

Batik Banten memilki ciri yang khas dan unik karena di samping setiap motifnya bercerita sejarah, juga berasal dari benda-benda peninggalan seperti gerabah dan nama-nama penembahan kerajaan Banten seperti Aryamandalika, Sabakingking, dan lain-lain.
0

Batik Jombang baru berkembang pada tahun 2000-an.  Batik yang dihasilkan pada masa itu diberi nama Batik Pacinan bermotif kawung dengan warna merah bata dan hijau daun.

Pada tahun 2000 Ibu Hj. Maniati dipanggil oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang untuk membicarakan pelatihan/kursus/workshop. Ibu Hj. Maniati beserta putrinya mengikuti kursus batik tulis Warna Alami di Surabaya yang dilaksanakan oleh “Dinas Perindustrian Provinsi Daerah Tingkat I” Jawa Timur. Dari hasil kursus ini Ibu Hj. Maniati beserta putrinya dan ibu-ibu PKK semakin rajin membatik Pada bulan Desember 2000 Ibu Hj. Maniati meresmikan usaha batik dengan nama “Sekar Jati Star” di desa Jatipelem.

Pada 16 Desember 2004, Ibu Hj. Maniati mendapat izin usaha tetap dari pemerintah dengan nama “Batik Tulis Sekar Jati Star”.

Selain Ibu Hj. Maniati batik Jombang juga dikembangkan oleh Ibu Kusmiati Slamet. Dengan modal awal Rp 2 juta, tahun 2002 mulailah Ibu Kusmiati Slamet dari Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang mengambil tenaga kerja dari para tetangganya sendiri untuk membuat berbagai model dan motif batik dengan khas paten relief Candi Rimbi. Awalnya, prakarsa ini muncul atas dorongan tetangga yang ingin mencari kesibukan dengan belajar membuat batik dengan motif khas Kerajaan Majapahit. Alasannya, karena Jombang dulunya merupakan daerah pecahan Mojokerto, nenek moyangnya sama-sama berasal dari Majapahit.

Untuk mengembangkan batik Jombang, Pemerintah Jombang mengadakan workshop batik di Jombang. Berkat bantuan dari pemerintah dan didorong dengan semangat besar, batik Ibu Kusmiati Slamet menjadi berkembang dan terkenal tidak hanya di kalangan pemerintahan namun telah berkembang ke luar negeri.

Penjelasan tentang batik Jombang dijelaskan juga oleh Ibu Kusmiati Slamet bahwa motif batik Jombang menggunakan motif dengan khas paten relief Candi Rimbi, yaitu model candi yang melambangkan pintu gerbang masuk Kerajaan Majapahit. Sedang motif yang dikembangkan berupa motif tawang dan kaning dengan warna dasar yang menekankan pada kehijauan dan kemerahan yang melambangkan kota Jombang
0

Senin, 09 Mei 2016

 
batik mega mendung

Batik Cirebon merupakan ragam batik khas Cirebon yang merupakan salah satu dari empat sentra industri batik di Jawa Barat yang masih ada hingga sekarang. Tiga sentra industri batik lainnya adalah Indramayu, Tasikmalaya, dan Garut.

Motif batik Cirebon yang paling terkenal dan menjadi ikon Cirebon adalah motif Megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Sejarah motif ini berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Cina di Cirebon, yaitu Sunan Gunung Jati yang menikah dengan wanita Tionghoa bernama Ong Tie.
0

Minggu, 08 Mei 2016

  
batik motif pintu aceh

Walaupun tradisi membatik bukanlah tradisi masyarakat Aceh, ternyata di bumi Serambi Mekkah ini juga memiliki kerajinan batik dengan beragam motif khasnya. Sudah sejak ratusan tahun lalu masyarakat Aceh memakai kain batik, ketika datangnya orang-orang dari pulau Jawa ke Aceh.

Jarang sekali penggunaan motif binatang pada Batik Aceh, hal tersebut dikarenakan larangan syariat Islam untuk menggambarkan makhluk bernyawa dalam pembuatan kain batik. Pengaruh Islam yang kuat pun tercermin pada bentuk sulur, melingkar, dan garis pada tiap motif.

Motif-motif Batik Aceh antara lain motif pintu Aceh, motif tolak angin, bunga jeumpa, rencong, awan meucanek, awan berarak, gayo, pucok reubong, dan lain sebagainya.

Pasca Aceh terkena musibah tsunami, Batik Aceh mulai gencar mendapat pembinaan dari pemerintah terutamanya melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Sehingga di beberapa tempat di Aceh, seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe terdapat sentra pembuatan Batik Aceh.
0

Sabtu, 07 Mei 2016

Batik Yogyakarta atau Batik Yogya memiliki motif Ceplok, Grompol.

Batik yogyakarta motif ceplok ini mencakup berbagai macam desain geometris, biasanya berdasar pada bentuk bunga mawar yang melingkar, bintang ataupun bentuk kecil lainnya, membentuk pola yang simetris secara keseluruhan pada kain batik yogyakarta. Grompol dalam kosakata Jawa memiliki arti berkumpul atau bersatu. Melambangkan harapan orang tua akan semua hal yang baik berkumpul, yaitu rejeki, kerukunan hidup, kebahagiaan, dan ketentraman untuk kedua mempelai dan keluarga pengantin. Selain itu, grompol juga bermakna harapan, supaya kedua mempelai dapat berkumpul menjadi satu atau untuk mengingat keluarga besarnya saat ke mana pun mereka pergi. Harapan yang lain adalah agar semua sanak saudara dan para tamu undangan dapat menyatu sehingga pesta pernikahan berjalan meriah.

Batik yogyakarta motif kawung berupa empat lingkaran atau elips mengelilingi lingkaran kecil sebagai pusat dengan susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri atau ke kanan berselang-seling. Melambangkan 4 arah angin atau sumber tenaga yang mengelilingi yang berporos pada pusat kekuatan yaitu : timur (matahari terbit: lambang sumber kehidupan), utara (gunung: lambang tempat tinggal para dewa, tempat roh/kematian), barat (matahari terbenam : turunnya keberuntungan)  selatan (zenit:puncak segalanya).

Batik yogyakarta motif parang biasa disebut sebagai motif batik keris atau pola pedang oleh masyarakat internasional. Sedangkan dalam masyarakat Jawa biasa disebut dengan motif Parang Lidah api atau lidah api. Parang merupakan salah satu motif batik paling kuat dari motif batik lain yang ada. Motif parang berupa garis-garis tegas yang disusun secara diagonal paralel. Motif parang sendiri mengalami perkembangan dan memunculkan motif-motif lain seperti Parang Rusak, parang Barong, Parang Kusuma, Parang Pamo, Parang Klithik, dan Lereng Sobrah.

Karena penciptanya adalah seorang pendiri Keraton Mataram, maka oleh kerajaan, motif-motif parang tersebut hanya boleh dipakai oleh raja dan keturunannya dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Jenis batik itu kemudian dimasukkan sebagai kelompok “batik larangan”.
0


 
batik tasikmalaya

Tasikmalaya juga memiliki Batik, yang disebut Batik Tasikmalaya. Sentra Batik di Tasikmalaya terletak di desa sukapura kecamatan sukaraja.

Batik tulis mulai dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya pada masa Kerajaan Tarumanegara. Hal tersebut diperkuat dengan jumlah populasi pohon tarum yang cukup banyak guna pembuatan batik pada masa itu.

Wilayah Mangunreja, Sukapura, Maronjaya, Wurug, dan Tasikmalaya Kota terdapat jejak sejarah batik tasikmalaya karena memang merupakan area pemerintahan tarumanegara yang berpusat di Sukapura yang berada di pinggiran kota Tasikmalaya. Asal mula batik tasikmalaya adalah gelombang pengungsian penduduk dari wilayah jawa tengah karena terjadinya perang di wilayah tersebut hingga pada akhirnya budaya membatik dibawa sampai sekarang.

Sejumlah daerah di Jawa Barat mempunyai batik khas, salah satunya Tasikmlaya yang pernah menjadi sentra batik Jawa Barta pada masanya. Saat ini Tasikmalaya berupaya mengangkat kembali batik sebagai komoditi ungulan dengan motif khas. Salah satu sentra batik terletak di Kampung Ciroyom dan Cigeureung,, Kel. Nagarasari (Kec. Cipedes). Batik Tasik dikerjakan dalam dua bentuk yakni dengan teknik cetak dan teknik tulis (handmade). Untuk yang batik handmade, nilainya cukup tinggi sehingga mampu menjadi cinderamata berharga. Beberapa motif Batik Tasik ada yang mirip batik Madura dengan ragam hias yang kontras dalam ukuran motif dan warna, mirip Batik Solo yang didominasi warna coklat seperti buah sawo ditambah warna indigo dan ornamen putih, ada juga yang memiliki ciri warna cerah dengan ragam batik yang tersaji seperti bunga anggrek, burung merak, pohon pisang, bambu (awi ngarambat), dsb.

0

Jumat, 06 Mei 2016

 
batik parang kusomo

Motif Batik Parang atau Lereng adalah salah satu ciri motif batik klasik dari Solo. Motif Batik Parang ini adalah motif batik yang digunakan oleh Sinuhun Kasunanan Solo dan juga Gusti Adipati Mangkunegara.

Motif Batik Parang termasuk salah satu motif khas Solo dan motif ini adalah motif batik larangan. Motif batik khas Solo ini hanya digunakan oleh raja dan trahnya atau turunannya.

Tapi Motif Batik Parang sampai hari ini tetap jadi motif larangan di dalam Keraton Solo. Bila ada yang nekat memakai motif parang ini di dalam kraton itu pasti karena pemakainya tidak tahu angger-angger dalam kraton. Bila dianggap mengerti tapi tetap ingin memaksakan diri memakai motif Batik Parang, berarti dia dianggap tidak tahu adat, tidak tahu sopan-santun, sombong, melawan aturan.

Selain Parang Barong, Raja juga suka mengenakan motif batik solo lainnya seperti Parang Kusumo, Parang Rusak, juga motif Parang yang bentuknya kecil-kecil yang disebut Parang Klithik.
0

Kamis, 05 Mei 2016


 
batik tegal

Keberadaan batik tulis tegal dipengaruhi oleh kerajaan Mataram, yaitu pada saat pelarian Raja Amangkurat I.

Perkembangan batik di Tegal semakin berkembang berkat “Sekolah Kepandaian Putri” dimana disalah satu mata pelajaran terdapat pelajaran membatik. Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1914 oleh R. A. Kardinah yang merupakan istri dari Bupati Tegal.

Dua sentra batik yang ada di Kabupaten Tegal, yaitu di Desa Bengle dan Desa Dukuh Salam. Batik tulis tegal dapat dibagi kedalam dua macam, yakni batik kidul dan batik lor. 

Batik kidul meliputi batik dukuh salam, batik pangkah, batik tegal wangi dan batik pagianten . Sedangkan batik lor yakni meliputi batik bengle, batik pasangan, serta batik pesisiran di Kabupaten dan Kota Tegal lainnya kecuali batik tegal wangi.

Batik kidul lebih dikenal dengan corak warnanya yang khas, yakni menggunakan warna putih, coklat dan hitam. Inilah yang menjadi ciri khas batik kidul.

Batik lor memiliki komposisi warna yang beragam,
0

Rabu, 04 Mei 2016

 
batik jlamprang pekalongan

Kota Pekalongan mendapat julukan sebagai kota batik pekalongan. Oleh UNESCO dijuluki sebagai World City of Batik.

Motif asli pekalongan adalah motif Jlamprang. Motif batik ini memiliki unsur batik yang kaya akan warna. Motif batik jlamprang ini menggunakan 8 unsur warna yang berani dengan kombinasi yang natural dan menarik. Motif batik Jlamprang adalah suatu motif semacam nitik yang tergolong motif batik yang geometris. Motif batik jlamprang dipengaruhi oleh keturunan Arab. Karena pada umumnya keturunan arab tidak menggunakan ornamen benda hidup, sehingga motif batik jlamprang hanya menggunakan gambar berupa cecek ( titik ) dan sawut ( garis ) yang di gambar secara geometris.

Motif batik jlamprang diyakini dan diakui oleh beberapa pengamat motif batik, sebagai motif asli Pekalongan.
0

Selasa, 03 Mei 2016


 
batik tugu malang

Batik Malang biasa disebut Batik Malangan jawa timur. Batik Malang memang belum sepopuler batik yang ada di daerah Jawa.

Batik Malang mempunyai motif Sidomukti Malang dengan hiasan kotak putih di tengah yang biasa disebut Modhang Koro batik.

Salah satu motif yang unik dan khas dari Batik Malang yaitu motif Malang Kucecwara malang. memiliki filosofi yang mendalam yaitu terdapat simbol gambar Tugu Malang Mahkota Rumbai Singa Bunga Teratai Arca dan Sulur-sulur serta isen isen belah ketupat bentuknya.  

Salah satu sentra penghasil Batik Malangan yang terkenal di Kabupaten Malang adalah Desa Druju di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Batik khas Malangan yang lain dikenalkan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Batik ini mempunyai motif yang berbeda dengan yang ada di kota-kota lain. Batik hasil karya mereka diberi nama Kitab Malangan (kitab adalah dialek Malang jika dibalik maka akan menjadi batik).  

Kitab Malangan ialah kreasi unik dengan kombinasi berupa kaligrafi yang menggambarkan sebuah singo (lambang Arema) yang terlihat lebih menarik. 
1

Minggu, 01 Mei 2016



batik sekar jagad madura


Batik tulis Madura banyak diminati dan populer dengan konsumen lokal dan internasional, yang mana masih mempertahankan batik tulis tradisional.

Di Pulau Madura sendiri sudah sejak lama dikenal sejumlah sentra kerajinan batik. Misalnya di Kabupaten Pamekasan, sejak zaman dulu banyak perajin dan pengusaha batik bermukin dan mengembangkan usaha batiknya di wilayah tersebut.

Mengenai ciri khas batik madura, batik Madura cenderung memilih warna berani dan tegas, seperti warna Merah, Kuning, Hijau, Biru.

Warna dari batik madura di dapat dari alam seperti Mengkudu dan Tingi untuk menghasilkan warna merah, Daun Tarum untuk warna biru, Kulit mundu ditambah tawas juga diambil untuk memberikan efek warna hijau pada kain batik Madura. Efek terang dan gelapnya pada kain Batik Madura dihasilkan melalui lamanya perendaman kain sendiri, bisa satu bulan, 3 bulan, bahkan ada yg sampai 1 tahun. Perendaman ini juga akan membuat warna kain batik lebih awet dari biasanya.

Mengenai motif, di Pamekasan sendiri motif batik seperti Sekarjagat, Keong Mas, Matahari, Daun Memba (daun mojo), Gorek Basi. Beberapa motif batik Pamekasan, yang sudah di patenkan di Depkumham, seperti Keraben sapeh, sakereh, Kempeng saladerih, padih kepa, manik-manik.
0

 

Batik Besurek adalah batik khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan perpaduan rafflesia sebagai motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu

Asal dinamakan Batik Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif bertuliskan kaligrafi Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bertulisan.

Batik Besurek dipengaruhi oleh pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17 kepada masyarakat di Bengkulu.

Seiring dengan jaman, seni motif pada kain batik tersebut  dipadukan dengan tradisi Indonesia yang berciri khas Bengkulu, sehingga dikemudian hari ditemukan simbol khas bengkulu seperti motif rafflesia, burung kuau, tumbuhan paku, rembulan. Sering kita jumpai motif perpaduan bentuk dengan kaligrafi seperti tulisan kaligrafi yang berbentuk rembulan.

Kadang tulisan kaligrafi pada batik besurek yang digunakan untuk acara adat memiliki makna, namun tak jarang juga tulisan-tulisan tersebut tidak bermakna tertentu. Jadi kita harus jeli dalam memilihnya.

Batik besurek memang bagus untuk dibuatkan baju batik dengan nuansa kaligrafi. Kalau kita ke Bengkulu jangan lupa membeli batik besurek ini, supaya kita tidak salah membeli, kita pilih kain batik besurek yang bermakna sehingga membuat kita mengerti arti, nilai budayanya dan membuat kita bangga memakainya.

Bayangkan apabila anak kita menggunakan baju batik anak dengan tulisan yang salah, tentu jika mereka mengetahuinya maka tidak akan dipakai selamanya.

Terima kasih telah mampir membaca artikel ini. Semoga hari anda indah.

0

Find in this box

Labels